apa itu pola vertikal hubungan manusia dengan Allah?
mari kita bahas bersama, seperti biasa saya akan menyuguhkan beberapa informasi
dan saya akan memberikan sudut pandang saya mengenai informasi yang telah
saya sugukan berikan.
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari kata pola adalah bentuk dan
vertikal yang berkaitan dengan hubungan adalah dialog yang dilakukan oleh
seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang kedudukannya lebih rendah
dengan seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang kedudukannya lebih
tinggi. hubungan manusia dengan Allah dapat diartikan sebagai interaksi antara
manusia sebagai makhluk Allah dengan Allah sebagai pencipta.
dari
pernyataan di atas dapat saya artikan pola vertikal hubungan manusia dengan
Allah adalah
bentuk interaksi antara
makhluk Allah yaitu manusia yang tingkatannya berada di posisi rendah dengan
Allah yang tingkatannya berada di posisi tertinggi. Untuk dapat memahami pola
vertikal hubungan manusia dengan Allah alangkah baiknya kita mengetahui
terlebih dahulu apa itu hubungan manusia dengan Allah yang nantinya mempermudah
kita untuk memperlajari pola vertikal hubungan manusia dengan Allah.
Hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan adalah suatu hubungan yang
tidak mungkin dipisahkan. Manusia sebagai mahluq yang diciptakan Allah SWT,
mustahil bisa berlepas diri dari keterikatannya denganNYA. Bagaimanapun tidak
percayanya manusia dengan Allah, suka atau tidak suka, sadar atau tidak
sadar manusia akan mengikuti sunatullah yang berlaku di alam
semesta ini.
Sesungguhnya
hubungan antara Allah dan manusia sudah disadari oleh sebagian besar manusia
sejak dahulu. Mereka sudah mendudukkan
Allah sebagai Rabb (pencipta alam semesta)
tapi mereka masih terhalangi, baik oleh kejahilan atau kesombongan, untuk menempatkan Allah sebagai Ilah (yang
disembah/diabdi), QS 39:67. Manusia yang demikian belumlah kehidupannya karena
ia telah mengingkari sesuatu yang hak dan telah berlaku dhalim, dengan
menempatkan sesuatu pada tempat yang salah.
Mereka telah mempatkan mahluq
(hidup ataupun mati) sebagai ilah mereka.
Oleh
kerana itu seorang mukmin harus memahami bagaimana hubungan
yang seharusnya dibina dengan
Allah SWT, sebagai Rabb-nya dan Ilah-nya.
Hal yang penting didalam membina
hubungan itu, manusia harus lebih
dahulu mengenal betul siapa Allah. Bukan untuk mengenali zatNYA, tetapi mengenali landasan dasar-NYA (masdarul ´ulmu)/ilmu-ilmu
Allah. (QS 35:28, 49:18). Dengan
memahami bagaimana luasnya kekuasan dan Ilmu Allah, akan timbul rasa kagum dan
takut kepada Allah SWT sekaligus
menyadari betapa kecil dan hina dirinya.
Ada tiga
hal yang dapat dijelaskan didalam hubungan antara manusia (mukmin) dan Allah
setelah manusia mengenali Allah dengan benar.Pertama, pengenalan tersebut
akan mebuahkan hubungan yang indah
denganNYA. Hubungan itu akan ditandai dengan adanya rasa mahabah (cinta) yang sangat tinggi
terhadap Allah.
Kedua, Di dalam Al Qur`an, Allah mengibaratkan hubungan manusia (mukmin) dan Allah itu
adalah seperti hubungan tijarah (jual beli) yang akan menyelamatkan
orang-orang mukmin dari azab yang pedih.
Jual beli itu berupa keimanan kepada Allah swt dan berjihad di jalan Allah
dengan harta dan jiwa (QS 61: 10-11).
Selain itu Allah juga mengibaratkan `amal sholih seorang mukmin sebagai pinjaman
yang diberikan kepada Allah.
Dimana pinjaman itu akan Allah
beli dengan harga yang sesuai dengan penilaian Allah.
Ketiga, hubungan
manusia (mukmin) dan Allah itu
ditandai dengan adanya kontrak kerja
yang menjadi kewajiban manusia,
yaitu berupa `amal sholih.
Manusia terikat dan terlibat didalamnya.
Baik `amal yang bersifat umum (ibadah)
maupun ´amal khusus (da`wah).
Amal tersebut lebih dari sekedar
untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk
mengajak orang lain beribadah. Sehingga tidak dibenarkan seorang mukmin
memisahkan diri, tetapi ia harus selalu berhubungan dengan manusia (berjamaah).
setelah
membaca pengertian hubungan antara manusia dengan Allah dapat kita temukan pola
vertikal hubungan manusia dengan Allah yaitu salah satunya beriman kepada Allah
dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.Untuk pola vertikal hubungan
manusia dengan Allah lainnya bisa Anda temukan pada sumber - sumber lain.
sekian dari pembahasan saya kali ini bila ada kesalahan saya mohon maaf informasi di atas saya kutip dari link link berikut ini:
https://jagokata.com/arti-kata/vertikal.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar