Senin, 01 April 2019

apa itu pola vertikal hubungan manusia dengan Allah?

           mari kita bahas bersama, seperti biasa saya akan menyuguhkan beberapa informasi dan saya akan memberikan  sudut pandang saya mengenai informasi yang telah saya sugukan berikan.

           menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari kata pola adalah bentuk dan vertikal yang berkaitan dengan hubungan adalah dialog yang dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang kedudukannya lebih rendah dengan seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang kedudukannya lebih tinggi. hubungan manusia dengan Allah dapat diartikan sebagai interaksi antara manusia sebagai makhluk Allah dengan Allah sebagai pencipta.

         dari pernyataan di atas dapat saya artikan pola vertikal hubungan manusia dengan Allah adalah
bentuk interaksi antara makhluk Allah yaitu manusia yang tingkatannya berada di posisi rendah dengan Allah yang tingkatannya berada di posisi tertinggi. Untuk dapat memahami pola vertikal hubungan manusia dengan Allah alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu hubungan manusia dengan Allah yang nantinya mempermudah kita untuk memperlajari pola vertikal hubungan manusia dengan Allah.

          Hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan adalah suatu hubungan yang tidak mungkin dipisahkan. Manusia sebagai mahluq yang diciptakan Allah SWT, mustahil bisa berlepas diri dari keterikatannya denganNYA. Bagaimanapun tidak percayanya manusia dengan Allah, suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar  manusia akan  mengikuti sunatullah yang berlaku di alam semesta ini.

            Sesungguhnya hubungan antara Allah dan manusia sudah disadari oleh sebagian besar manusia sejak dahulu.  Mereka sudah mendudukkan Allah sebagai Rabb (pencipta alam semesta)  tapi mereka masih terhalangi, baik oleh kejahilan atau kesombongan,  untuk menempatkan Allah sebagai Ilah (yang disembah/diabdi), QS 39:67. Manusia yang demikian belumlah kehidupannya karena ia telah mengingkari  sesuatu  yang hak dan telah berlaku dhalim, dengan menempatkan sesuatu pada tempat yang salah.  Mereka telah mempatkan  mahluq (hidup ataupun mati) sebagai ilah mereka.

            Oleh kerana itu seorang mukmin harus memahami bagaimana  hubungan  yang  seharusnya dibina dengan Allah SWT, sebagai Rabb-nya dan Ilah-nya.  Hal yang penting  didalam membina hubungan itu, manusia  harus lebih dahulu  mengenal betul  siapa Allah. Bukan untuk   mengenali zatNYA, tetapi mengenali  landasan dasar-NYA (masdarul ´ulmu)/ilmu-ilmu Allah. (QS 35:28,  49:18). Dengan memahami bagaimana luasnya kekuasan dan Ilmu Allah, akan timbul rasa kagum dan takut  kepada Allah SWT sekaligus menyadari betapa kecil dan hina dirinya.  

Ada tiga hal yang dapat dijelaskan didalam hubungan antara manusia (mukmin) dan Allah setelah manusia mengenali Allah dengan benar.Pertama, pengenalan tersebut akan  mebuahkan hubungan yang indah denganNYA. Hubungan itu akan ditandai dengan adanya  rasa mahabah (cinta) yang sangat tinggi terhadap Allah.  

Kedua,  Di dalam Al Qur`an,   Allah mengibaratkan  hubungan manusia (mukmin) dan Allah itu adalah seperti  hubungan  tijarah (jual beli) yang akan menyelamatkan orang-orang mukmin dari azab  yang pedih. Jual beli itu berupa keimanan kepada Allah swt dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa (QS 61: 10-11).  Selain itu Allah juga mengibaratkan `amal sholih  seorang mukmin sebagai  pinjaman  yang diberikan kepada Allah.  Dimana  pinjaman itu  akan Allah  beli dengan harga yang sesuai dengan penilaian Allah. 

Ketiga,  hubungan  manusia (mukmin) dan Allah  itu ditandai dengan adanya  kontrak kerja yang  menjadi kewajiban manusia, yaitu  berupa  `amal sholih.  Manusia terikat dan terlibat didalamnya.  Baik  `amal yang bersifat  umum (ibadah)  maupun ´amal khusus (da`wah).  Amal tersebut  lebih dari sekedar untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk  mengajak orang lain beribadah. Sehingga tidak dibenarkan seorang mukmin memisahkan diri, tetapi ia harus selalu berhubungan dengan manusia (berjamaah).

setelah membaca pengertian hubungan antara manusia dengan Allah dapat kita temukan pola vertikal hubungan manusia dengan Allah yaitu salah satunya beriman kepada Allah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.Untuk pola vertikal hubungan manusia dengan Allah lainnya bisa Anda temukan pada sumber - sumber lain.

sekian dari pembahasan saya kali ini bila ada kesalahan saya mohon maaf informasi di atas saya kutip dari link link berikut ini:
  


https://jagokata.com/arti-kata/vertikal.html
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa itu pola vertikal hubungan manusia dengan Allah?            mari kita bahas bersama, seperti biasa saya akan menyuguhkan beberapa i...